Masa Depan Siapa yang Tahu?

Iya, masa depan siapa yang tau.
Ku kira dulu kau akan pergi, namun tetap tinggal.
Lalu ku kira kau akan tetap tinggal, namun kau memilih pergi.

Mencoba untuk tak peduli, namun ku sungguh peduli.
Walau bukan lewat aku, aku selalu bertanya mengetahui kabarmu.
Sudah berapa bulan aku harus mengerti apa maunya hati ini.
Sudah berapa bulan aku bertahan dengan serpihan hati ini.
Sudah berapa bulan aku tetap mengharapmu kembali.
Dan sudah berapa bulan juga janji kamu menunggu ditepati.

Aku ingin memelukmu, namun tersadarkan.
Kini raga kita jauh, dan hatipun mengikutinya.
Jauh sekali untuk kurengkuh, walau hanya dalam ingatan.
Selalu kembali tersadarkan.
Kenyataan pahit, kita harus saling membenci.
Ntah dasar apa.
Walau tak ada niat dari kita untuk itu, namun kini, inilah yang terjadi.
Inilah yang sedang terjadi pada kita.
Saling mengabaikan rasa, hingga saling mematahkan rasa.

Namun kau tau?
Aku munafik sekali, aku selalu berbicara akan melupakanmu
Namun dalam doa
Aku selalu ingin didekatkan denganmu. Dengan hatimu, ragamu, kamu.



Aku tau kau akan pergi
Jauh kesana
Aku tau kau akan pergi
Demi cita-cita bukan cerita cinta
Namun aku dan kamu tidak tau
Apa yang terjadi dimasa yang akan datang

1 komentar:

 

Mari Suarakan Isi Hati Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang