Menyadarkan diri sendiri sesulit inikah ?



Lihatlah sudah sampai mana hati ini berusaha melupakannya
Sudah berapa kali kamu mengelakan fakta bahwa kamu sedang merindunya
Hampir mati rasanya menahan rindu
Namun, jari jemariku menuntunku kepadamu
Semua usahaku yang lalu, gagal seketika
Semakin gagal sudah saat ku mendengar suaramu
Suara yang selalu menemani hari-hariku dulu
Akhirnya, kini aku bisa mendengarmu lagi
Kenapa aku selalu kembali ke dekapanmu lagi
Mungkin untuk sekarang, hanya kamu lah yang sudah tau cerita hidupku
Kamulah yang selalu menerimaku apa adanya
Tanpa harus aku memasang image yang terbaik hanya untuk bertemu denganmu
Sungguh mungkin itulah yang membuat hatiku berpulang lagi kepadamu
Walau pahit cerita cinta selalu menghiasi, selalu terkalahkan oleh rinduku padamu

Patah untuk ke sekian kalinya

Semakin dia yang kau pilih
Semakin aku keluar dari apa yang kau inginkan
Semakin ku keluar dari aturan
Seakan-akan menunjukan pemberontakan
Karena kini hanya dia yang kau lihat
Sedangkan aku ?
Iya.
Keputusanku begini.
Agar kau lihat seberapa hancurnya aku
Ketika dia yang kau pilih
Bukan aku.

Sadarkan diri

Jangan menjadi munafik
Sudahlah akui saja hatimu sudah lelah
Hatimu sudah dihancurkan
Hatimu perlu beristirahat
Sudahlah akui saja
walau berat
Sudahlah akui saja
posting saja isi hatimu yang sebenarnya
Tak usah bepura-pura di balik postingan itu
Biarlah
Semua orang juga mengalaminya
Jatuh bangun cerita cinta

Sesampah itukah aku ?



Rindu memang sesakit itu
Merindukan hal yang sudah tak perlu dirindukan
Merindukan orang yang sudah tak sudi dirindukan
Merindukan kenangan manis yang sudah menjadi luka saat kita mengingatnya
Mau seberapa lama lagi rindu ku telan sendirian
Mau seberapa lama lagi aku terisak tangis sendu setiap malam
Terbesit dalam pikiranku untuk menanyakan
Perihal siapa aku dimatamu ?
Sesampah itukah aku ?
Hingga kau tak mau sedikitpun menanyakan kabarku
Hingga kau tak mau sedikitpun memberi kabar terhadapku
Hingga kau tak mau memberi sedikit ruang dihatimu untukku
Kadang aku juga membenci diri sendiri, mengapa aku selalu saja merindukanmu
Walau harus ku lari ke tempat nan jauh, dan tak berpenghuni
Tetap saja, sepanjang jalan yang akan teringat adalah kenangan dan kamu
Sejauh apapun aku melarikan diri, kenangan selalu terbawa di otak dan kamu di hati

Harapanku Dulu Terlalu Tinggi



Ingin sekali ku memiliki hubungan yang langgeng layaknya orang-orang
Saat orang-orang masuk kampus, mereka memasang sepasang wajah di photo profilnya
Mereka saling bercerita pahit-manisnya hubungan jarak jauh karena cita-cita
Mereka saling bercerita sudah berapa lama mereka saling berhubungan
Sudah sampai mana mereka mengenal keluarganya
Sudah sampai mana mereka memiliki suatu komitmen
Sayang, aku begitu iri pada hubungan mereka
Harusnya kita tak pernah membuat keputusan yang sebegitu beratnya
Disaat orang lain sedang memperbaiki hubungannya
Kita malah memilih kandas begitu saja
Dengan janji yang masih saja belum kau tepati sampai saat ini
Entah janjimu sudah busuk atau basi
Tapi tak ku pungkiri aku selalu menunggu kau menepatinya
Ingin sekali rasanya mempertanyakan bagaimana perasaanmu sekarang ?
Perasaanmu terhadapku
Perasaanmu saat mengingatku, ataukah kau tak pernah mengingat kenangan itu?
Pernahkah sedikit saja kau mengingatku dalam sepimu ?
Aku sungguh tidak paham atas perasaan dan jalan pikiranmu
Namun aku ingin berterima-kasih
Kau telah mengizinkan hatiku untuk berlabuh meski pada akhirnya hatiku dipaksa pergi.
 

Mari Suarakan Isi Hati Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang